Pengetahuan tentang Ukuran Partikel Serbuk Berlian
Material intan, sebagai material bubuk canggih, tidak hanya ditentukan oleh komposisi kimia, tetapi juga oleh berbagai sifat fisik. Ini termasuk ukuran partikel, morfologi partikel, luas permukaan spesifik, struktur pori, karakteristik muatan listrik, serta densitas curah dan kemampuan mengalir. Di antara semua itu, distribusi ukuran partikel adalah salah satu parameter terpenting dalam Bubuk Berlian produksi dan aplikasi.
1. Klasifikasi Ukuran Partikel Serbuk Berlian
Partikel berlian secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam rentang ukuran berikut:
- Partikel nanometer (1–100 nm)
- Partikel submikron (0,1–1 μm)
- Partikel mikron (1–100 μm)
- Partikel kasar (100–1000 μm)
Setiap rentang ukuran digunakan untuk aplikasi industri yang berbeda, seperti pemolesan presisi, penggilingan, pemotongan, dan penguatan komposit.

2. Metode Umum Pengujian Ukuran Partikel
Ada beberapa metode yang banyak digunakan untuk mengukur ukuran partikel bubuk berlian:
- Metode Difraksi Laser(berlaku untuk partikel nano, mikro, dan yang lebih besar)
- Hamburan Cahaya Dinamis (DLS)(terutama untuk nanopartikel)
- Analisis Citra Statis dan Dinamis(rentang mikron, juga memberikan informasi bentuk partikel)
- Metode Sedimentasi Gravitasi dan Sentrifugal(partikel mikro dan nano)
- Penghitung Coulter (Metode Resistansi Listrik)(partikel mikron)
- Mikroskop Elektron (SEM/TEM)(pengamatan skala nano dan mikron)
- Metode Ultrasonik(partikel mikron)
- Metode Permeabilitas Udara(rentang mikron, ukuran partikel rata-rata)
- Analisis Saringan(biasanya untuk partikel yang lebih besar dari 38 μm)
Di antara metode-metode tersebut, metode yang paling umum digunakan dalam produksi Boreas adalah analisis difraksi laser, hamburan cahaya dinamis, Dan analisis citra optik/mikroskopis.
3. Apa itu D50 (Ukuran Partikel Median)?
D50mengacu pada diameter partikel di mana 50% dari distribusi ukuran partikel kumulatif tercapai. Ini juga dikenal sebagai ukuran partikel median.
Sebagai contoh, jika suatu sampel memiliki D50 = 5 μm, artinya:
- 50% partikel berukuran lebih besar dari 5 μm
- 50% dari partikel tersebut berukuran lebih kecil dari 5 μm.
D50 adalah salah satu indikator terpenting dan paling banyak digunakan dalam produksi dan aplikasi bubuk berlian, dan sering digunakan untuk mewakili ukuran partikel rata-ratadari bahan tersebut.
![]() | ![]() | ![]() |
4. Apa itu D97 (Indikator Partikel Kasar)?
D97mengacu pada ukuran partikel di mana 97% dari distribusi kumulatif tercapai.
Ini artinya:
- 97% partikel berukuran lebih kecil dari D97
- 3% partikel berukuran lebih besar dari D97
D97 umumnya digunakan untuk mengevaluasi distribusi ujung kasardari bubuk berlian. Dalam praktik industri, beberapa pelanggan juga membutuhkan D95, D97, atau D98untuk mengontrol secara ketat keberadaan partikel berukuran besar.
![]() | ![]() | ![]() |
5. Parameter Kunci dalam Analisis Distribusi Ukuran Partikel
Kurva distribusi ukuran partikel yang lengkap biasanya mencakup parameter-parameter berikut:
- Rata-rata (Ukuran partikel rata-rata):Ukuran rata-rata keseluruhan sistem
- Median (D50):Nilai tengah dari distribusi partikel
- Modus (Ukuran puncak):Ukuran partikel dengan frekuensi tertinggi
- D10:Ukuran partikel di mana 10% dari distribusi kumulatif tercapai.
- D50:Ukuran partikel di mana 50% dari distribusi kumulatif tercapai.
- D90:Ukuran partikel di mana 90% dari distribusi kumulatif tercapai.
Parameter-parameter ini secara bersama-sama memberikan pemahaman lengkap tentang lebar, keseragaman, dan konsistensi distribusi partikel.
6. Skema Distribusi Ukuran Partikel (D10 / D50 / D90)
Pada kurva distribusi ukuran partikel yang umum:
- D10mewakili ujung halus dari distribusi
- D50mewakili titik median
- D90mewakili ujung kasar dari distribusi
Hubungan antara D10, D50, dan D90 banyak digunakan untuk mengevaluasi keseragaman dan kualitas pengelompokan bubuk berlian.

Analisis ukuran partikel merupakan parameter kontrol kualitas yang sangat penting untuk produk bubuk intan. Pengukuran dan interpretasi indikator seperti D10, D50, dan D90 yang akurat memastikan kinerja yang konsisten dalam aplikasi pemolesan, penggerindaan, dan pemesinan presisi.
















